Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Jangan Anggap Sepele Sesak Napas Setelah Makan

Kutus Kutus – Ketika sedang menikmati makan, pernahkah Anda tiba-tiba merasa sesak napas? Napas pendek setelah makan bisa menandakan Anda mengalami suatu penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti masalah fungsi jantung atau gangguan pencernaan.
Nah, jadi kondisi apa yang dapat menyebabkan sesak napas setelah makan?

Kondisi yang bisa menyebabkan sesak napas setelah makan

  1. Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux (GERD)
    GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Jika Anda mengalami kenaikan asam lambung yang terjadi satu atau dua kali setiap minggu bisa dibilang Anda memiliki GERD.
    GERD bisa terjadi kapan saja dengan gejala sesak napas yang kerap terjadi setelah makan. Normalnya, otot-otot di saluran pencernaan menyempit untuk menahan makanan di perut setelah makan. Namun pada penderita GERD, otot-otot ini tidak menutup sepenuhnya.
  2. Aritmia
    Aritmia adalah masalah yang terjadi pada jantung yang ditandai oleh detak atau ritme jantung tidak normal. Bisa jadi detak jantung terlalu cepat, pelan, atau bahkan tidak teratur sama sekali.
    Menurut American Heart Association, kondisi medis ini sering kali menimbulkan gejala napas pendek sesaat setelah makan. Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.
    Orang yang mengalami aritmia bisa jadi harus melakukan pengobatan lebih lanjut.

Baca Juga: Bahaya Mandi di Malam Hari

  1. Gangguan kecemasan
    Gangguan kecemasan merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa takut, paranoid, atau panik yang berlebihan. Sesak adalah salah satu gejala yang sering dialami oleh orang yang memiliki gangguan ini.
    Tubuh orang yang memiliki gangguan kecemasan akan selalu berada pada mode fight-or-flight. Mereka selalu merasa ada bahaya yang mengintai, sehingga tubuh memunculkan respons untuk bersiap-siap menghadapi bahaya tersebut.
    Pada saat tersebut, tubuh mencoba untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke otot-otot tubuh, membuat pernapasan lebih cepat dan terasa sesak. Hal ini bisa terus terbawa ketika Anda makan.
  2. Alergi makanan
    Jika Anda alergi makanan tertentu, Anda mungkin akan menghadapi gejala sesak napas jika tak sengaja mengonsumsi makanan yang mengandung alergen. Alergi akan menyebabkan gejala seperti tenggorokan bengkak, jantung berdebar, pusing, kulit gatal dan kemerahan, serta napas pendek.
    Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala tersebut setelah makan sesuatu, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
    Beberapa hal yang mungkin membuat Anda berisiko mengalami alergi makanan yaitu riwayat keluarga, usia (kebanyakan terjadi pada anak-anak), dan memiliki alergi terhadap hal lain.
  3. PPOK
    Sesak napas setelah makan juga kerap dialami oleh para penderita PPOK (penyakit paru obstruktif kronis). PPOK adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan dan peradangan pada saluran napas, membuat penderitanya lebih susah bernapas.
    Saat makan dalam porsi yang besar, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya. Hal ini bisa memberikan banyak tekanan pada dada dan diafragma.
    PPOK membuat paru-paru lebih sulit memasukkan dan mengeluarkan udara dari paru-paru. Karena itu, udara yang terperangkap mengambil lebih banyak ruang di dada. Bila perut terisi, paru-paru bisa terdorong dan menimbulkan sesak napas.

Mencegah sesak napas setelah makan

  1. Makan dan kunyah makanan dengan perlahan
    Mungkin banyak orang yang sering kali mengacuhkan cara mengunyah makanan. Semakin cepat Anda mengunyah dan menelan makanan, maka akan semakin susah Anda bernapas.
    Cobalah untuk makan dengan pelan-pelan dan atur napas Anda dengan baik selama mengonsumsi makanan.
  2. Memilih makanan yang mudah untuk dikunyah
    Makanan bertekstur keras membuat Anda susah untuk mengunyahnya. Hal ini juga meningkatkan risiko sesak napas.
    Oleh karena itu, pilihlah makanan yang lebih mudah dikunyah dan dicerna supaya tubuh tidak mengeluarkan lebih banyak energi.
  3. Makan dengan sikap duduk yang tegak
    Posisi tubuh saat makan tentu akan memengaruhi pernapasan Anda ketika makan. Coba untuk duduk dengan posisi tubuh yang tegak agar terhindar dari gejala sesak napas.
  4. Hindari makanan yang mengandung banyak garam
    Makanan yang tinggi kandungan garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga membuat Anda merasa kembung. Hal ini juga bisa meningkatkan beban kerja pada jantung.
    Oleh karena itu, kurangi makanan dengan garam yang tinggi.

Anda bisa mengoles dada yang sakit menggunakan minyak kutus kutus, pesan di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *