Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Perubahan Cuaca Esktrem Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Kutus Kutus – Belakangan ini, kita sering merasakan perubahan cuaca yang sangat ekstrem. Misalnya saja di pagi hari diguyur hujan, pada siang atau sore hari cuaca sangat panas.  Perubahan cuaca ekstrem sangat memungkinkan berdampak buruk bagi kesehatan.

Cuaca yang suram dan mendung akan meningkatkan otak, membantu kita untuk fokus dan berpikir lebih dalam, kata seorang psikolog. Daya ingat, bekerja lebih baik pada hari mendung dan hujan daripada hari cerah. Mungkin di hari-hari cerah, kita terlalu sibuk untuk bahagia.

Namun, pada semua cuaca dan kondisi alam tertentu, tentunya beberapa orang pasti akan mengalami dampak dan perubahan yang bisa dirasakan pada tubuh. Nah, berikut beberapa dampak buruk cuaca estrem bagi tubuh.

1. Anggota Tubuh Mengalami Pembengkakan

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh yang pertama adalah dapat menyebabkan pembengkakan. Pada hari yang sangat panas dan lembap, tubuh bisa mengalami masalah pendinginan sendiri.

Biasanya, hal ini akan mengarahkan darah hangat ke permukaan kulit tempat darah mendingin dengan berkeringat. Namun dalam suhu panas, keringat tidak menguap, sehingga cairan terkumpul di anggota tubuh, membuatnya membengkak.

2. Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh berikutnya adalah dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Mungkin sebagian orang berpikir apa kaitannya serangan jantung dengan cuaca, namun hal ini ternyata memang dapat berkaitan.

Cuaca ekstrem dapat membuat jantung tegang. Suhu dingin membuat jantung bekerja lebih keras untuk menjaga tubuh tetap hangat namun itu menyebabkan pembuluh darah menyempit dan menurunkan pengiriman oksigen ke jantung. Ketidakcocokan penawaran dan permintaan ini dapat berakhir secara dramatis dalam serangan jantung atau stroke.

3. Kulit Kering

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh berikutnya adalah dapat membuat kulit kering. Saat cuaca mendingin, kelembapan udara berkurang, yang bisa terlihat melalui kulit. 

Kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan gatal, terkadang memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti eksim dan dermatitis. Angin kencang juga dapat merusak pelindung lipid pelindung kulit, menyebabkan pendarahan.

4. Rambut dan Kuku Melemah

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh berikutnya adalah dapat membuat rambut dan kuku menjadi melemah. Di musim dingin, rambut dan kuku menghadapi masalah yang sama dengan kulit. 

Pembuluh darah menjadi sempit dan suplai nutrisi dan oksigen berkurang. Tentu saja, ini melemahkan rambut dan kuku, membuatnya kering dan rapuh, dan lebih rentan terhadap luka.

5. Mengalami Nyeri Sendi

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh yang kelima adalah dapat menyebabkan nyeri sendi. Penurunan tekanan barometrik dapat membuat persendian terasa sakit dan nyeri, terutama bagi penderita artritis. 

Cairan di dalam persendian menjadi lebih kental pada suhu rendah, sehingga tulang kita terasa lebih kaku. Cuaca dingin juga mengencangkan otot dan tendon karena aliran darah dialihkan dari anggota tubuh ke organ pusat untuk menjaganya tetap hangat.

6. Alergi

Cuaca memengaruhi alergi musiman, menyebabkan mata berair pada hari-hari yang berangin, hidung tersumbat saat hujan, dan lainnya. Cuaca tertentu memicu proses alami seperti penyerbukan pohon, yang membuat kita alergi. 

Sistem kekebalan menganggap semua jamur dan serbuk sari itu tidak aman dan mengaktifkan mekanisme pertahanan diri seperti gatal, bersin, dan pilek. Tak satu pun dari ini benar-benar berbahaya, tetapi semuanya tidak menyenangkan.

7. Kekurangan Vitamin D

Dampak perubahan cuaca selanjutnya ialah kekurangan vitamin D. Salah satu sumber utama vitamin D bagi kita adalah  sinar matahari. Musim dingin membawa hari-hari yang lebih pendek dan orang-orang cenderung lebih sering tinggal di dalam ruangan – mau tidak mau, tidak mendapatkan cukup sinar matahari.  Akibatnya, kadar vitamin D kita turun. 

Gejala buruk dari jenis kekurangan ini termasuk kelemahan otot, tekanan darah tinggi, patah tulang karena stres, dan kepekaan nyeri yang lebih besar.

8. Menyebabkan Sakit Kepala

Dinginnya cuaca akan membuat pembuluh darah kita menyempit, memperlambat aliran darah di dalamnya. Lebih sedikit darah yang masuk ke otak, yang dapat menyebabkan sakit kepala parah. 

Dan jika Anda memiliki riwayat migrain, hampir semua perubahan cuaca bisa menjadi pemicu serangan. Angin kencang, dingin yang ekstrim, sinar matahari, kekeringan akan sangat berdampak pada kesehatan tubuh kita.

Pakai Kutus Kutus yang sudah teruji dan terbukti khasiatnya,
minyak herbal alami yang banyak manfaatnya, klik disini untuk pemesanan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us