Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Nyeri Perut Saat Haid Apakah Berbahaya?

Nyeri perut saat haid apakah berbahaya?

 

Tidak sedikit yang bertanya nyeri perut saat haid apakah berbahaya? Ya, kita tahu bahwa ‘tamu bulanan’ yang dialami oleh semua wanita adalah satu hal yang cukup unik dibahas. Mengapa demikian? Karena bisa dikatakan tidak semua wanita mengalami hal yang sama yaitu merasa nyeri saat haid. Bahkan, mulai dari pertama sekali mengalami hingga masa menopause menjelang pun, rasa nyeri itu sama sekali tidak dirasakan. Sebaliknya, bagi sebagian besar justru masalah ini menjadi satu kondisi kesehatan yang perlu ditangani dengan serius.

Artinya, gangguan seperti rasa nyeri inipun bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari aktifitas yang terganggu hingga menimbulkan masalah penyakit lain dimana mau tidak mau perlu dilakukan perawatan yang intensif.

Baca juga Hubungi Tempat Jual Kutus Kutus Jambi untuk Solusi Nyeri Yang Menyerang

Membedakan Nyeri Haid yang Normal dan Tidak Normal

Adapun nyeri haid disebabkan oleh kontraksi otot pada dinding rahim yang diatur oleh hormon prostaglandin. Kondisi ini terjadi dikarenakan rahim berusaha untuk mengeluarkan sel telur yang tidak dibuahi. Pengeluaran sel telur dan darah dari dinding rahim inilah yang disebut menstruasi atau haid. Bagi sebagian besar wanita, hormon prostaglandin diproduksi dalam jumlah normal, sehingga rasa nyeri haid yang muncul bersifat ringan dan tidak terlalu mengganggu.

Sebaliknya, prostaglandin diproduksi dalam jumlah lebih banyak sehingga memicu kontraksi rahim yang lebih kuat. Hal inilah yang membuat sebagian wanita merasakan nyeri haid yang lebih berat.

Namun yang pasti, nyeri haid yang muncul karena hal tersebut bukanlah hal yang berbahaya. Hingga saat ini, kemunculan nyeri haid yang disebabkan oleh produksi prostaglandin juga belum terbukti dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau menyulitkan proses terjadinya kehamilan.

Akan tetapi, di beberapa kasus tertentu jika nyeri haid terjadi secara berlebihan maka bisa berisiko mengganggu kesuburan wanita. Kondisi inilah yang perlu diwaspadai dan dilakukan pengobatan sejak dini.

Tips Meringankan Nyeri Haid

Nah, bagi Anda yang ingin meringankan rasa nyeri maka berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan seperti :

Minum air hangat

Minum air hangat bisa membantu untuk meringankan rasa nyeri serta mengatasi perut kembung yang dirasakan saat haid tiba. Tak hanya baik untuk meredakan nyeri, minum air hangat atau teh jahe juga dapat mencegah dehidrasi.

Lakukan Kompres air hangat

Untuk meredakan nyeri haid yang mengganggu, Anda juga bisa menggunakan kompres hangat. Caranya cukup dengan menempelkan botol yang berisi air hangat, handuk hangat, atau bantalan penghangat (heating pad) di perut atau punggung.

Konsumsi kalsium

Makanan yang banyak mengandung kalsium, antara lain susu dan produk susu lainnya, biji wijen, kacang almond, serta sayur berwarna hijau. Jenis makanan ini dipercaya efektif untuk meredakan nyeri haid. Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen kalsium, ada baiknya konsultasikan lebih dahulu ke dokter.

Mengurangi kafein

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan konsumsi minuman berkafein dapat membantu mengurangi kram dan nyeri saat haid. Perlu diingat bahwa kafein tidak hanya terdapat di kopi, namun juga pada teh dan soda.

Menggunakan minyak kutus kutus

Ya, salah satu cara untuk mengatasi rasa nyeri kala haid datang adalah dengan membalurkan minyak herbal di bagian tubuh yang terasa sakit. Adapun khasiat dari minyak kutus kutus ini sendiri sudah teruji secara klinis karena menggunakan kurang lebih 69 bahan alami.

Kemampuan minyak kutus kutus untuk membangkitkan energi Chi dalam tubuh membuat sistem tubuh mengalami pemulihan.

Tertarik untuk memesan? Jangan ragu, segera hubungi nomor yang ada pada halaman ini dan kami siap mengirimkan pesanan kemana saja di seluruh kota di Indonesia. Jaminan keaslian produk akan kami berikan. Jadi, tidak bingung lagi dengan nyeri perut saat haid apakah berbahaya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *