Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Beberapa Penyebab Monosit Tinggi dan Gejala yang Menyertainya

Kutus Kutus – Monositosis atau kadar monosit yang terlalu tinggi umumnya dipicu oleh peradangan dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, bisa karena infeksi hingga tindakan medis tertentu. Upaya penanganannya pun perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Monosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang memiliki fungsi untuk melawan infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Normalnya, monosit bernilai antara 1–10% dari total sel darah putih atau sebanyak 200–600 monosit per mikroliter darah. Jumlah monosit dapat dikatakan tinggi apabila melebihi batas normal tersebut.

Kadar monosit yang sedikit tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala khusus. Namun, kadar monosit yang meningkat jauh dari batas normal bisa menjadi tanda penyakit tertentu yang sedang diderita.

Monositosis bisa dideteksi melalui cek darah lengkap yang sering dilakukan saat medical check-up atau diagnosis suatu penyakit. Meski begitu, ketetapan nilai normal monosit pada setiap laboratorium dapat berbeda-beda.

Penyebab Monosit Tinggi

Kadar monosit tinggi bisa saja disebabkan  beberapa respons atau tanda sejumlah kondisi, yaitu:

1. Infeksi

Beragam infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, ataupun parasit dapat memicu peningkatan kadar monosit dalam tubuh. Contohnya adalah pneumonia, tuberkulosis, gondongan, campak, dan mononukleosis disebabkan virus Epstein-Barr.

2. Kanker

Kondisi monosit tinggi juga sering disandingkan dengan penyakit kanker, terutama kanker darah seperti leukemia dan limfoma. Salah satu jenis leukemia yang dapat menyebabkan monosit tinggi adalah leukemia mieloblastik, sedangkan untuk tipe limfoma yang kerap memicu monositosis adalah penyakit Hodgkin.

3. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun bisa membuat sel monosit lebih hyperaktif sehingga memicu produksinya yang berlebihan dan menyebabkan kadarnya meningkat dalam darah.

Beberapa jenis penyakit autoimun yang dapat memicu peningkatan sel monosit adalah lupus, penyakit radang usus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjogren, dan multiple sclerosis.

4. Operasi pengangkatan limpa

Kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kadar monosit tinggi dalam tubuh adalah operasi pengangkatan limpa atau splenektomi. Biasanya, tindakan medis ini dilakukan untuk mengobati limpa yang pecah karena cedera perut.

Selain itu, pengangkatan limpa juga kerap dilakukan untuk mengatasi komplikasi splenomegali, yaitu pembesaran limpa yang disebabkan berbagai gangguan kesehatan tertentu seperti infeksi, kelainan darah, atau penyakit hati.

Monosit tinggi atau monositosis juga disebabkan oleh beberapa kondisi lain, seperti sarkoidosis, penyakit Crohn, penyakit jantung, dan polisitemia vera. Selain penyakit, kondisi stres berkepanjangan, obesitas, dan kadar kolesterol tinggi pun bisa menyebabkan monositosis.

Oleh sebab itu, disarankan menjalani gaya hidup yang sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, dan mengatur stres, juga berperan penting dalam memelihara kadar monosit tetap normal.

Berbagai Gejala Monosit Tinggi

Kadar monosit yang tak sengaja terdeteksi tinggi pada biasanya jarang menimbulkan gejala khusus. Kondisi ini lebih sering didahului oleh gejala lain akibat penyakit atau kondisi kesehatan yang mendasari. Beberapa gejala yang kerap timbul meliputi:

  1. Demam
  2. Nyeri hebat di bagian tubuh tertentu, seperti dada, perut, atau sendi
  3. Kulit mudah memar
  4. Ruam di kulit
  5. Berat badan turun drastis tanpa sebab
  6. Berkeringat di malam hari
  7. Penglihatan kabur yang terjadi secara mendadak
  8. Sulit bernapas
  9. Perdarahan di mulut atau saluran pencernaan tanpa sebab
  10. Mimisan yang tidak kunjung berhenti
  11. Stroke

Monositosis yang tak bergejala pada umumnya tidak membutuhkan penanganan langsung. Namun, jika kondisi ini disertai gejala seperti di atas, pengobatannya akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Sebagai contoh, bila monosit tinggi muncul akibat infeksi bakteri, pemberian antibiotik bisa menjadi pilihan pengobatan. Namun, bila kondisi ini diakibatkan oleh kanker, kemungkinan dokter akan merekomendasikan kemoterapi dan radiasi.

Pakai Kutus Kutus yang sudah teruji dan terbukti khasiatnya, minyak herbal alami yang banyak manfaatnya, klik disini untuk pemesan

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *