Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Banyak yang Tidak Tahu : Inilah Perbedaan antara Asam Lambung dan Maag

Kutus Kutus – Asam lambung dan maag, keduanya memiliki gejala yang sama, akan tetapi keserupaan itu adalah dua kondisi yang berbeda. Penyakit asam lambung ialah kondisi saat asam yang diproduksi oleh lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti dada yang sakit sampai mulas. 

Maag sendiri adalah ketika volume lapisan lendir tebal yang melindungi lambung mengalami penurunan, alhasil asam pencernaan menggerogoti jaringan yang melapisi perut. Dua kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi parah tanpa perawatan yang tepat.

Sakit maag terjadi saat lapisan perut mengalami perlukaan dan kondisi ini bisa diperburuk dengan asam lambung. Jadi, bisa dibilang penyebab utamanya bukanlah asam lambung. Kondisi berbeda dengan penyakit asam lambung yang memang disebabkan karena asam lambung itu sendiri. Ketika asam lambung keluar dari perut dan masuk ke kerongkongan. 

Tadi sudah disampaikan diatas kalau kedua kondisi ini memiliki gejala yang serupa, tetapi ada perbedaan yang jelas. Maag sering disertai dengan gejala seperti:

  1. Sensasi terbakar di usus, di area antara pusar dan tulang dada.
  2. Nyeri atau tidak nyaman dua hingga tiga jam setelah makan.
  3. Rasa sakit yang membangunkan kamu di malam hari.
  4. Rasa sakit yang berkurang setelah makan, minum, atau mengonsumsi obat maag.
  5. Darah di kotoran atau muntah.

Sedangkan penyakit asam lambung, biasanya ditandai oleh rasa asam di belakang mulut, batuk kering, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, gejala, seperti asma, mulas yang meningkat sebagai respons terhadap beberapa makanan “pemicu”, dan gejala yang memburuk saat kamu berbaring atau membungkuk.

Sebaik-baiknya untuk mengetahui pasti apakah kamu mengidap asam lambung atau maag periksakan diri ke dokter. Umumnya, ketika ada kecurigaan maag, kamu akan direkomendasikan untuk melakukan endoskopi. 

Jika kecurigaan lebih mengarah ke asam lambung, dokter akan melakukan tes terapeutik yang melibatkan mengambil obat pereduksi asam untuk melihat apakah itu mengendalikan gejala yang kamu alami.

Tergantung dari seberapa parah gejala yang kamu alami, dokter juga akan melakukan beberapa tes tambahan seperti:

  1. Tes Darah

Ini akan menunjukkan apakah kamu telah terpapar H. pylori.

  • Studi Barium

Melalui tes ini, ahli radiologi akan mengambil sinar-X dari kerongkongan, lambung, dan usus untuk mencari tahu apakah kamu memiliki bisul atau masalah struktural seperti obstruksi yang menjadi penyebab gejala.

  • Endoskopi

Tes ini dilakukan saat kamu dibius di mana dokter akan memasukkan tabung tipis dan fleksibel dengan kamera ke tenggorokan untuk melihat bagian dalam kerongkongan dan perut. Kamera memungkinkan dokter untuk melihat borok atau masalah lain, seperti jaringan parut pada kerongkongan yang bisa disebabkan oleh asam lambung. Diagnosis yang akurat akan membantu kamu menentukan langkah perawatan yang tepat.

Tidak bisa dipungkiri pola hidup dapat meringankan gejala jika kamu mengidap penyakit asam lambung ataupun maag. Alkohol dan makanan pedas dapat memperlambat proses penyembuhan. Bahkan, stres juga dapat memengaruhi proses penyembuhan untuk kedua penyakit ini. 

Sebenarnya ada beberapa cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mencegah naiknya asam lambung, yaitu:

1. Mengunyah Permen Karet

Gerakan menguyah dalam beberapa waktu, seperti ketika mengunyah permen karet, dapat merangsang laju pelepasan air liur. Hal ini akan membuat asam yang terakumulasi di perut “tercuci” dan bersih lebih cepat. Risiko naiknya asam lambung ke tenggorokan pun akan menjadi semakin kecil.

2. Jangan Langsung Berbaring Setelah Makan

Agar makanan tetap berada di dalam lambung dan tidak keluar kembali lewat kerongkongan, dibutuhkan waktu beberapa saat. Itulah sebabnya, kamu perlu membiasakan diri untuk berdiri atau tetap duduk setelah makan, agar keberadaan makanan dalam lambung dan produksi asam tetap terkontrol.

Hindarilah langsung berbaring setelah makan, setidaknya sekitar 2-3 jam setelah makan. Hal ini bertujuan agar makanan tidak naik kembali ke kerongkongan, mengingat adanya efek gravitasi. Dengan melakukan hal ini, risiko meningkatnya asam lambung akan berkurang.

3. Minum Air Putih

Untuk mencegah naiknya asam lambung, maka kinerja pencernaan harus lancar. Agar usus dapat bekerja lebih cepat dalam mengolah makanan, kadar pH yang seimbang dapat menunjangnya. Oleh karena itu, kamu perlu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Selain membantu melancarkan pencernaan, air putih juga dapat menghidrasi tubuh dengan baik.

4. Menarik Napas Dalam-Dalam

Risiko naiknya asam lambung juga dapat dicegah dengan menarik napas dalam-dalam. Pasalnya, saat kamu bernapas, kadar udara yang masuk dapat menguatkan otot-otot yang berada di bawah tenggorokan. Hasilnya, kemungkinan asam lambung untuk naik pun dapat berkurang. 

5. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Ada beberapa jenis makanan yang jika dikonsumsi dapat memicu naiknya asam lambung. Beberapa makanan tersebut adalah cokelat, kopi, soda, alkohol, daging, produk susu, makanan berlemak, dan makanan asam. Makanan-makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam di dalam lambung.

Pakai Kutus Kutus yang sudah teruji dan terbukti khasiatnya, minyak herbal alami yang banyak manfaatnya, klik disini untuk pemesanan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *